Harga Gula Masih Tinggi, Mendag Minta Importir Percepat Suplai

Ilustrasi pedagang gula pasir di pasar tradisional. dok. Jawa Pos.
EmitenNews.com - Harga gula di pasaran masih tinggi. Untuk itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta para importir mempercepat suplai komoditas strategis tersebut untuk menekan tingginya harga di pasaran. Di lapangan harga masih di antara Rp17.500 sampai Rp20 ribu per kilogram.
Kepada pers, di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Inpres Jalan Daerah (IJD) Segmen Lembar-Gili Mas di Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (2/5/2024), Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, pihaknya sudah memanggil para importir untuk mempercepat suplai. Impor dilakukan, kata ketua umum PAN itu untuk menekan harga gula.
Zulkifli Hasan mengakui harga gula sedang tinggi di pasaran, namun sudah berangsur-angsur turun. Menurutnya, tingginya harga gula ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Melainkan, juga di pasar internasional.
"Memang harga gula di internasional sedang naik dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah turun," ujar Mendag.
Oleh karena itu, kata Zulkifli Hasan, untuk menekan harga gula saat ini, solusi-nya adalah mempercepat suplai gula di pasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan di wilayahnya harga gula pasir curah dan premium, tinggi. Namun, sudah turun bahkan dalam empat hari ke depan harga gula baik gula pasir curah dan premium akan alami penurunan.
Tetapi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menaikkan harga gula di tingkat konsumen. Harga acuan pembelian (HAP) gula di tingkat konsumen yang semula Rp16.000 per kg, kini menjadi Rp17.500. Khusus untuk wilayah Maluku, Papua dan wilayah Tertinggal, Terluar, dan Perbatasan ditetapkan Rp18.500.
Kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Kamis (18/4/2024), Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebutkan, keputusan kenaikan harga ini setelah adanya permintaan dari Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) untuk merelaksasi harga gula.
Aprindo mengaku sulit menjual gula sesuai HAP yang ditentukan, sedangkan harga beli dari produsen gula sudah tinggi. Aprindo menilai jika relaksasi tak diberikan kelangkaan gula akan terjadi di ritel.
Arief Prasetyo Adi menyebut penetapan HAP gula yang baru ini akan berlaku hingga t31 Mei 2024. Dengan demikian, dia memastikan gula tidak akan langka di ritel. ***
Related News

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli

Kali Ini, Telat Lapor SPT Sampai 11 April 2025 tidak Kena Sanksi

Mudik BUMN 2025: SIG Berangkatkan 2.160 Pemudik & Buka Posko