Jaga Kinerja Saham, CDIA Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Tiga Bulan
Aset pelabuhan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
EmitenNews.com - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan rencana Pembelian Kembali Saham (buyback) yang akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Februari hingga 5 Mei 2026. Program ini menjadi langkah Perseroan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga kinerja saham agar sejalan dengan fundamental perusahaan.
Corporate Secretary CDIA dalam keterbukaan informasi, Kamis (5/2/2026), menyampaikan bahwa buyback juga memberikan fleksibilitas pengelolaan modal jangka panjang. Saham hasil pembelian kembali akan dicatat sebagai saham treasuri yang dapat dialihkan di masa mendatang sesuai ketentuan yang berlaku.
Perseroan menyiapkan dana buyback dengan nilai maksimal Rp1 triliun yang bersumber dari kas internal, termasuk untuk biaya transaksi dan komisi broker. Jumlah saham yang dibeli kembali tetap memperhatikan ketentuan free float sesuai regulasi pasar modal.
Manajemen menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak material terhadap pendapatan maupun pembiayaan Perseroan, mengingat CDIA memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk menjalankan kegiatan usaha bersamaan dengan program buyback.
Dalam pelaksanaannya, CDIA menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara perdagangan, dengan seluruh transaksi buyback dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia.
Hingga akhir Desember 2025, pengendali CDIA, PT Chandra Asri Pacific Tbk, tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 74,89 miliar saham atau setara 60 persen dari total saham tercatat.
Sementara itu, pemegang saham terbesar berikutnya, Phoenix Power B.V., tercatat menggenggam 37,44 miliar saham atau setara 30 persen.
Secara keseluruhan, kepemilikan saham pengendali mencapai 74,89 miliar saham atau 60 persen, sedangkan porsi saham nonpengendali tercatat sebanyak 49,93 miliar saham atau 40 persen.
Adapun porsi saham yang dimiliki publik (free float) hingga akhir Desember 2025 tetap berada di level 12,44 miliar saham atau setara 9,97 persen dari total 124,83 miliar saham CDIA yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Hingga pukul 11:59 WIB Kamis ini, harga saham CDIA catat penguatan 0,93 persen menjadi Rp1.090 per saham. Jika dilihat dari awal 2026, harganya bahkan telah merosot 34,73 persen year to date.
Related News
Pemerintah Hadapi Banyak Dinamika dan Tantangan Perdagangan Global
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000 Per Gram
Menkeu: Reformasi Sektor Keuangan Prasyarat Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Kemenperin Tepis Keraguan Berlanjutnya Investasi Sektor Manufaktur
Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,8 Persen
Injeksi Likuiditas Berhasil Balikkan Arah Ekonomi





