EmitenNews.com -Perusahaan tambang PT Harum Energy Tbk (HRUM) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD52 juta atau setara Rp771,68 miliar sepanjang 2023.

 

Direktur Utama HRUM, Ray A. Gunara mengatakan, sebesar 50% dari anggaran belanja modal perseroan akan digunakan untuk pengembangan bisnis nikel yang sudah ada. Saat ini segmen bisnis nikel HRUM dijalankan oleh sejumlah entitas usaha perseroan.

 

Dalam hal ini, PT Position menjalankan segmen usaha penambangan bijih nikel di Weda Bay, Halmahera Timur. Serta, PT Infei Metal Industry dan PT Westrong Metal Industry berperan dalam pengolahan bijih nikel.

 

"Sementara, sisa capex akan digunakan untuk kegiatan usaha batu bara kami untuk memastikan bahwa produksi yang sudah ditargetkan bisa tercapai," kata Ray dalam paparan publik secara daring, Jumat (9/6/2023).

 

Ke depan, perseroan berupaya untuk terus mengembangkan diversifikasi usaha ke industri nikel yang terintegrasi. Hal itu guna memperoleh pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

 

"Kami juga akan melakukan investasi atau ekspansi ke industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah," ujar Ray.

 

Hingga kuartal pertama tahun 2023, HRUM telah merealisasikan belanja modal sebesar USD5,5 juta. Dana tersebut dialokasikan terutama untuk penambahan properti pertambangan, pemeliharaan kapal tunda dan tongkang, pembelian alat berat dan lainnya.

 

Ray mengaku, realisasi belanja modal dapat berubah tergantung antara lain pada kondisi pasar, ketersediaan dana, dan perubahan jadwal, serta tidak termasuk proyek atau investasi baru.