EmitenNews.com - PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mengungkapkan tingginya beban logistik menjadi salah satu penyebab kerugian perseroan di tahun 2025.

Direktur HOKI, Budiman Susilo menyebut tingginya harga gabah di atas harga normal kisaran Rp6.500-Rp7.000 per kilogram menjadi pemicu kerugian di tahun 2025. Di samping itu, kenaikan harga biaya pendukung turut menekan kinerja perseroan.

Selain tingginya biaya bahan baku, distribusi pasokan gabah yang berasal dari berbagai wilayah seperti Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera Selatan turut meningkatkan biaya operasional perseroan.

“Kerugian tahun 2025 terutama disebabkan oleh tingginya harga gabah yang berada di atas level normal,” ujarnya dikutip keterbukaan informasi, Kamis (25/6).

Untuk memperbaiki margin usaha, HOKI mulai mengurangi ketergantungan pada segmen beras premium reguler yang ruang kenaikan harganya dibatasi oleh ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebagai gantinya, perseroan memperbesar fokus pada produk pangan sehat dan bernilai tambah yang memiliki margin lebih tinggi.

Produk-produk tersebut dipasarkan melalui lini Dailymeal, seperti Supernasi Zero Sugar, Porang Rice, Nasi Jagung, hingga Cassava Rice.

“Masyarakat kini semakin peduli pada kesehatan dengan harga yang terjangkau. Supernasi dengan kandungan zero sugar dan high fiber tentu memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk-produk beras yang lebih sehat,” jelas Budiman.

Guna mendukung pengembangan bisnis tersebut, HOKI telah menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah dan mulai beroperasi sejak semester II-2025. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat produksi berbagai produk FMCG dan specialty rice yang menjadi fokus pertumbuhan perseroan ke depan.

Dari sisi pemasaran, HOKI akan memperkuat strategi digital melalui kolaborasi dengan influencer dan key opinion leader (KOL), sekaligus memperluas jaringan distribusi nasional guna meningkatkan penetrasi pasar.

“Strategi Perseroan dalam pengembangan produkdi bawah merek Dailymeal, yakni dengan memperkuat distribusi nasional, memperluas pemasaran digital, meningkatkan kerja sama dengan influencer dan KOL, serta mengoptimalkan pabrik baru di Jawa Tengah yang telah mulai beroperasi,” pungkasnya.