HRTA Gandeng Anak Usaha UNTR, Jajal Kerja Sama Bisnis Emas
Ilustrasi foto gold ore.
EmitenNews.com - PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama jual beli logam mulia, khususnya emas, dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) pada 1 April 2026.
PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) adalah anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) dari emiten grup Astra yang difokuskan untuk ekspansi dan diversifikasi ke pertambangan mineral, terutama emas dan nikel.
Corporate Secretary HRTA, Ong Deny, dalam keterangan tertulis Rabu (1/4) menyampaikan bahwa MoU tersebut mengatur penjajakan potensi kerja sama antara kedua pihak dalam kegiatan perdagangan emas.
“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan dan pengembangan kegiatan usaha Perseroan ke depan,” ujar Deny.
Seiring rencana tersebut, DTN juga menandatangani MoU dengan entitas anak HRTA, PT Emas Murni Abadi (EMA), yang bergerak di bidang pemurnian logam mulia. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung proses pemurnian emas dalam rantai bisnis yang tengah dijajaki.
Berikut, DTN juga memiliki entitas anak di sektor pertambangan emas yakni, PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR), yang berpotensi turut terlibat dalam kolaborasi ini. Keterlibatan kedua entitas tersebut merupakan pengembangan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dengan HRTA.
Sebagai informasi, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) dengan kepemilikan 60% dan PT Pamapersada Nusantara dengan kepemilikan 40%, yang merupakan bagian dari grup PT Astra International Tbk (ASII).
Deny memaparkan bahwa seluruh pihak yang terlibat tidak memiliki hubungan afiliasi. Penjajakan ini bermuara untuk potensi sinergi terintegrasi dalam supply chain logam mulia, mulai dari kegiatan pertambangan, pemurnian, hingga perdagangan emas.(*)
Related News
Wakil Preskom Vale Indonesia (INCO) Resmi Ajukan Pengunduran Diri
Tok! DSSA Resmi Stock Split 1:25, Mulai Diperdagangkan 9 April
Sudahi 2025, Laba MEDC Terpangkas 72 Persen
Laba Melesat 339 Persen, Saham RLCO Makin Menyala
Anjlok 138 Persen, SSIA Tekor Rp89 Miliar
Pasca Diakuisisi MTA, Folago (IRSX) Sukses Ubah Rugi Jadi Laba





