I-EU CEPA dan 2 FTA Baru Siap Pacu Emiten Komoditas Berikut
:
0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Ekon)
EmitenNews.com - Pemerintah memperkuat implementasi tiga perjanjian perdagangan bebas (FTA/CEPA) guna memperluas pasar bagi produk unggulan Indonesia. Tiga perjanjian utama yang siap diimplementasikan dalam waktu dekat meliputi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Langkah pembukaan akses pasar internasional ini memberi angin segar bagi sektor komoditas nasional, khususnya kelapa sawit (CPO) dan pertambangan logam. Penurunan hingga penghapusan tarif ekspor di negara mitra berpotensi memacu volume pengiriman serta memperluas margin pasar bagi pelaku industri komoditas di dalam negeri.
"Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif, peningkatan kepastian akses pasar, serta pembukaan peluang perdagangan pada produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagaimana dalam siaran persnya Rabu (14/10).
Berdasarkan analisis dampak FTA, I-EU CEPA berpotensi meningkatkan nilai ekspor Indonesia hingga USD10,9 miliar. Sementara itu, I-CA CEPA berpotensi menambah nilai ekspor sekitar USD1,6 miliar, dan I-EAEU FTA diperkirakan menyumbang antara USD2,2 miliar hingga USD2,89 miliar.
Kemenko Perekonomian mencatat komoditas kelapa sawit beserta produk turunannya, karet, besi dan baja, serta kendaraan bermotor menjadi peluang utama di pasar Uni Eropa. Untuk pasar Kanada dan EAEU, peluang ekspor didominasi oleh komoditas mineral, logam, produk kimia, hasil nabati, hingga produk hasil laut seperti udang.
"Ke depan, fokus Pemerintah adalah menyinergikan pemanfaatan CEPA dan FTA dengan komoditas unggulan yang memiliki basis produksi domestik kuat serta potensi pasar besar di negara mitra. Melalui strategi ini, manfaat kesepakatan dagang diharapkan langsung bertransformasi menjadi lonjakan kinerja ekspor nasional," ujar Menko Airlangga.(*)
Related News
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Harga Emas Global Tahan Diri
Daya Tawar Lemah, Harga Baja HRC Indonesia Merosot ke USD515
Kilang Aramco Diserang, Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun
Perkuat Peran, Jasindo Lindungi 20.838 Aset Negara Berbasis Risiko
Peraih Nobel Beber Pelaku Usaha Indonesia Sulit Naik Kelas
IMF Proyeksikan Ekonomi Global 3,1%, Tekanan Energi Mengintai





