IHSG Akhir Tahun: Bocoran Panas IPO dan Window Dressing
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Secara historis, dampak window dressing terfokus pada Saham Blue Chip yang tergabung dalam indeks likuid seperti IDX30 atau LQ45, terutama Perbankan Besar (seperti BBCA dan BBRI), Telekomunikasi, dan Konsumer Primer yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas tinggi.
Selain itu, MI juga menyasar Saham Berkinerja Terbaik Tahun Berjalan (The Winners) untuk memperkuat narasi kesuksesan investasi mereka, sementara pergerakan Investor Asing Besar turut menambah tekanan beli pada emiten yang menjadi top holding mereka.
Related News
Data Pemegang Saham 1 Persen Dibuka, Era Baru Transparansi?
Potensi Outflow dan Rights Issue Massal Demi Free Float 15 Persen
Satu Tahun Danantara: Evaluasi Kinerja dan Arah Strategis ke Depan
Denda Kecil dan Terlambat Bertindak: Di Mana Fungsi Pencegahan OJK?
Catatan Kesepakatan Perdagangan (Agreement on Reciprocal Tariff) RI-AS
BEI Pertimbangkan Buka Kode Broker: Angin Segar bagi Investor Ritel?





