EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) balik arah ditutup di zona merah setelah kemarin berakhir menguat di awal bulan. Pelemahan ini menandai tekanan jual yang cukup kuat di hampir seluruh sektor.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis, (2/4/2026), indeks komposit anjlok 158 poin atau 2,19% ke level 7.026.

Sepanjang hari, IHSG bergerak di level terendah 7.019 dan tertinggi di 7.161.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp12,79 triliun dengan volume perdagangan 25,58 miliar saham. Frekuensi perpindahan saham tercatat sebanyak 1,79 juta kali.

Anjloknya IHSG tak lepas dari laju negatif 10 dari 11 indeks sektoral merosot. Tiga sektor dengan pelemahan paling besar dicatatkan sektor industri dasar yang anjlok 4,86%, disusul sektor infrastruktur turun 3,93%, dan sektor energi melemah 2,73%.

Berlawanan arah, sektor barang konsumen primer tercatat menguat sendiri yaitu sebesar 0,45%.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami penurunan harga terdalam di antaranya DCII sebesar Rp7.875 ke Rp201.825, dan MLPT sebesar Rp1.100 menjadi Rp13.625, dan SINI sebesar Rp900 menjadi Rp11.125 per saham.

Sementara itu, saham DSSA mencatat kenaikan harga paling tinggi yaitu Rp1.850 ke Rp9.373, diikuti KRAS sebesar Rp235 menjadi Rp1.390, dan AADI sebesar Rp225 ke level Rp10.850 per saham.

Untuk saham-saham yang teraktif diperdagangkan yaitu CHEM sebanyak 63.175 kali dengan nilai transaksi Rp169 miliar, disusul BBRI sebanyak 49.044 kali senilai Rp809 miliar, dan BUMI sebanyak 48.662 kali senilai Rp747 miliar.