EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan terakhir dengan turun 1,85% ke level 6.599 pada perdagangan Senin (18/5). Koreksi tersebut disertai tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar.

Berdasarkan riset harian MNC Sekuritas, pergerakan IHSG telah mencapai target koreksi sebelumnya sekaligus menutup area gap yang sempat terbentuk.

Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Dengan demikian, indeks masih berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area support pada kisaran 6.307 hingga 6.379.

Adapun level support IHSG di 6.270 dan 6.148, sementara area resistance berada pada 6.640 dan 6.745.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai IHSG saat ini berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI).

“Berdasarkan analisa teknikal, IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan sudah berhasil menguji target wave 5/A,” ujar Nafan, Selasa (19/5).

Meski indikator Stochastic K-D masih menunjukkan sinyal negatif, Nafan melihat adanya peningkatan volume transaksi yang dapat menjadi indikasi awal terbentuknya momentum teknikal.

Dari sisi teknikal, Mirae Asset memproyeksikan support IHSG berada pada level 6.387 dan 6.262, sedangkan resistance berada di 6.715 dan 6.917.

Secara fundamental, sentimen utama yang menekan pasar berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp17.668 hingga Rp17.681 per dolar AS. Level tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya risiko di pasar keuangan domestik.

Kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026.