IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
Ilustrasi potret figur burung merpati terbang di Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan ditutup menguat pada akhir perdagangan sesi I, Senin (9/2/2026). Setelah sempat melemah di awal sesi, IHSG naik 77,55 poin atau 0,98 persen ke level 8.012,81.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.863 hingga 8.020. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 23,35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp9,59 triliun dan frekuensi 1.416.480 kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 423 saham menguat, 244 saham melemah, dan 152 saham bergerak datar.
Penguatan IHSG ditopang mayoritas indeks sektoral. Sektor barang baku IDXBASIC mencatat kenaikan 3,38 persen, disusul sektor siklikal IDXCYCLICAL yang menguat 3,41 persen. Sektor energi IDXENERGY naik 2,56 persen, sementara sektor infrastruktur IDXINFRA bertambah 0,98 persen.
Sektor industri IDXINDUSTRY menguat 0,79 persen, sektor non-siklikal IDXNONCYC naik 1,36 persen, sektor properti IDXPROPERTY naik 0,46 persen, dan sektor transportasi IDXTRANS menguat tipis 0,09 persen. Di sisi lain, sektor keuangan IDXFINANCE terkoreksi 0,57 persen, sektor kesehatan IDXHEALTH turun 0,22 persen, serta sektor teknologi IDXTECHNO melemah 0,12 persen.
Menilik sisi indeks mover, reli kuat saham-saham berbasis komoditas emas menjadi motor utama penguatan IHSG. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) melonjak 11,5 persen, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang melesat 7,4 persen, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 5,0 persen, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 4,3 persen.
Sementara itu, sentimen Moody's terhadap saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan dan energi menjadi pemberat pergerakan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,95 persen, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 1,71 persen, dan PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 1,49 persen.
Related News
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'
Memasuki 2026 Industri Otomotif Mulai Stabil
Wall Street Rebound, IHSG Cenderung Koreksi
Makin Fluktuatif, IHSG Susuri Level 7.700





