EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (19/6/2026) ditutup berbalik menguat usai berada di zona merah pada perdagangan sesi pagi. Dibuka langsung turun ke level 6.161,45, indeks komposit mulai lawan arah di sesi kedua dan berakhir naik 4,79 poin atau 0,08% ke level 6.177,13.

Gerak IHSG cenderung volatil di perdagangan pagi usai pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang masih mempertahankan Indonesia di klasifikasi Emerging Market namun dengan catatan minus soal arus informasi di pasar saham Indonesia.

Baca juga: MSCI Beri Catatan Baru, Saham Big Caps Berpotensi Hadapi Tekanan Asing

Sepanjang hari, IHSG sempat berada di level terendah 6.117,31 dan level tertingginya di 6.215,06.

Sebanyak 332 saham menguat namun lebih banyak yang melemah yaitu 342 saham. Selain itu, 141 saham lainnya stagnan.

Perdagangan berjalan ramai dengan volume mencapai 32,25 miliar saham, frekuensi 1,75 juta kali dan nilai transaksi tembus Rp26,44 triliun.

DSSA dan BBCA Topang Transaksi

Penguatan harga saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dan Bank Central Asia (BBCA) menopang hijaunya indeks komposit hari ini. Nilai transaksi DSSA tercatat paling tinggi Rp2,5 triliun, harganya menguat 8,97% ke Rp850. BBCA mencatat nilai transaksi terbesar kedua Rp2,3 triliun, harganya menguat 3,7% ke Rp6.300.

Di lain sisi, aksi jual menekan Bank Mandiri (BMRI) dengan total nilai transaksi Rp1,6 triliun dan harga merosot 3,58% ke Rp4.310. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga jeblok harganya yaitu sebesar 1,01% ke Rp2.930 per saham.

Saham-saham big caps berkinerja merah yang turut menekan pergerakan indeks antara lain Chandra Asri Pacific (TPIA) anjlok 2,83%, Amman Mineral (AMMN) melemah 4,5%, dan Telkom Indonesia (TLKM) turun 7,19%.