EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Setelah sempat dibuka menguat ke 5.320, IHSG kini tergelincir 0,96%.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 5.228,089, melemah -50,799 poin atau -0,96%. IHSG hari ini dibuka di 5.310,848 dengan level tertinggi di 5.326,964 dan terendah di 5.224,828.

Tekanan jual mendominasi perdagangan pagi. Sebanyak 377 saham melemah, 231 saham menguat, dan 141 saham stagnan. Volume perdagangan melonjak menjadi 5,54 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp3,25 triliun dan frekuensi 316.865 kali. Kapitalisasi pasar turun menjadi Rp9.233,96 triliun.

Sentimen Global dan Domestik

Pembalikan arah terjadi di tengah sentimen global yang cenderung hati-hati. Dalam riset Kiwoom Morning Equity 21 Oktober 2026, kontrak berjangka Nasdaq 100 memang naik 0,7% dan S&P 500 +0,2% ditopang reli saham AI seperti Super Micro Computer yang melonjak 15% dan SpaceX +8%, namun investor masih mengevaluasi valuasi teknologi dan data perumahan AS yang turun 5,2% pada September.

Dari domestik, IHSG pada Selasa (20/10/2026) ditutup menguat 5,65% ke 5.278,89, meski asing masih mencatat net sell Rp2,21 triliun di seluruh pasar dengan akumulasi YTD Rp118,57 triliun. Rupiah bergerak menguat di dekat Rp18.000 per dolar seiring Dollar Index (DXY) melemah ke 101,5.

Proyeksi Teknikal

Secara teknikal, IHSG masih berada jauh di bawah EMA10, EMA20, dan EMA50 yang mengindikasikan tren bearish masih kuat. RSI (14) di level 28,67 menunjukkan kondisi oversold sehingga peluang technical rebound masih terbuka.

Kiwoom mencatat, IHSG perlu kembali menembus area 5.317 untuk berpeluang rebound menuju resistance 5.607-5.631. Namun jika menembus support 4.999 / 4.980 / 4.907, rentan melanjutkan pelemahan menuju area 4.456.