EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Itu terutama dikontribusi kenaikan pada saham sektor teknologi. Saham produsen chip memori asal Korsel, SK Hynix, ditutup melonjak signifikan setelah menuntaskan initial public offering (IPO) senilai USD26,5 miliar di Nasdaq.

IPO itu sekaligus memecah rekor tertinggi untuk perusahaan di luar Amerika Serikat (AS). Data dan fakta itu, mengindikasikan minat investor kembali meningkat terhadap listing saham perusahaan teknologi besar. Harga minyak mentah menguat secara mingguan karena konflik AS-Iran pekan lalu kembali memanas.

Kondisi itu, diikuti koreksi pada harga emas akibat kekhawatiran terhadap peningkatan kembali laju inflasi. Investor masih akan mencermati konflik AS-Iran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, fokus perhatian investor juga akan tertuju pada earning season kuartal II 2026 pekan ini beberapa bank besar.

Chairman the Fed Kevin Warsh akan memberi testimoni di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR, dan Komite Perbankan Senat. Data ekonomi AS akan rilis pekan ini di antaranya CPI, Michigan Consumer Sentiment, penjualan ritel, dan data perumahan. Tiongkok akan merilis sejumlah data ekonomi.

Misalnya, Product Domestic Bruto (PDB) kuartal II 2026, neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, dan harga rumah. Pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp10 triliun. Dana hasil lelang itu, akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2026.

Bank Indonesia akan merilis Statistik Utang Luar Negeri Mei 2026 untuk memberikan gambaran perkembangan utang pemerintah, swasta, dan ketahanan eksternal Indonesia. Pasar juga masih menanti publikasi review peringkat kredit Indonesia oleh S&P diperkirakan rilis pada 24 Juli 2026.

So, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sideways. Sepanjang perdagangan Senin, 13 Juli 2026, IHSG akan mennyusuri evel 5.800-6.000 pada pekan ini. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham Alamtri (ADRO), Alamtri Mineral (ADMR), Bumi Mineral (BRMS), Vale (INCO), Archi (ARCI), dan Saratoga (SRTG). (*)