IHSG Berpeluang Lanjut Menguat
:
0
Potret saham-saham di zona hijau.
EmitenNews.com - Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan. Meski begitu, reli diperkirakan belum berlangsung agresif lantaran investor masih mencermati perkembangan sentimen global dan arah aliran dana asing.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal IHSG terus mengumpulkan kekuatan dari area Fibonacci Retracement (FR) 50% support.
"Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif dan RSI berpotensi membentuk pola golden cross, namun volume perdagangan mengalami penurunan. Reli IHSG diperkirakan masih dapat terjadi, tetapi belum akan berlangsung agresif karena investor masih menunggu kepastian perkembangan sentimen global dan arah aliran dana asing," ujar Nafan dalam riset hariannya, Senin (13/7).
Nafan memperkirakan IHSG akan bergerak pada area support di level 5.848 dan 5.723, sedangkan resistance berada di level 5.972 hingga 6.127.
Ia menambahkan, sentimen positif datang dari pergerakan bursa saham global. Wall Street berhasil ditutup menguat pada akhir pekan lalu sehingga menjadi katalis positif bagi optimisme pelaku pasar domestik pada perdagangan Senin.
Selain itu, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan sekitar 0,35% atau 63 poin ke kisaran Rp18.065 per dolar AS di pasar spot, yang dinilai dapat menopang sentimen pasar saham.
Meski demikian, sejumlah risiko eksternal masih membayangi pergerakan IHSG. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global.
Di saat yang sama, pelaku pasar juga masih menantikan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pernyataan terbaru para pejabat Federal Reserve (The Fed) terkait prospek inflasi dan suku bunga masih menjadi perhatian investor.
"Pelaku pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan Fed Rate lanjutan hingga akhir tahun sehingga imbal hasil aset berbasis dolar AS tetap menarik," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Mirae Asset merekomendasikan investor menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat, terutama di sektor perbankan dan komoditas.
Related News
Perdana! IPOT Hadirkan AI Trading Institusional ke Investor Ritel
IHSG Menghijau Sepekan Kemarin, Investor Layak Cermati Sentimen Ini
Rupiah Goyah, IHSG Dibuka Merosot ke Dasar Level 5.900
Selat Hormuz Memanas, IHSG Cenderung Koreksi
IHSG Bergerak Sideways, Serok Saham ARCI, SRTG, BRMS, dan ADRO
Indonesia Tawarkan Bioenergi Sawit B50 di Forum Bisnis Rusia





