IHSG Cetak Rekor Baru di Sesi I, ADRO, HRUM, GOTO Top Gainers LQ45
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) pada perdagangan pagi ini, Kamis (12/9).
IHSG mengakhiri sesi pertama dengan kenaikan sebesar 0,65% atau 50,53 poin ke posisi 7.811,48 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Volume transaksi di Bursa Efek Indonesia hingga siang hari ini tercatat mencapai 32,73 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 8,25 triliun. Sebanyak 308 saham menguat, 249 saham melemah, dan 226 saham stagnan.
Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh kenaikan delapan indeks sektoral. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 5,46%, diikuti oleh sektor energi yang naik 2,23%, dan sektor barang konsumsi primer yang menguat 1,21%. Sektor barang baku juga mengalami kenaikan sebesar 0,94%, disusul oleh sektor transportasi dan logistik yang naik 0,68%, sektor perindustrian yang menguat 0,60%, sektor barang konsumsi non-primer yang naik 0,28%, dan sektor kesehatan yang naik 0,26%.
Di sisi lain, tiga sektor mengalami pelemahan meskipun IHSG mencetak rekor baru. Sektor keuangan turun 0,47%, diikuti oleh sektor properti dan real estat yang melemah 0,46%, serta sektor infrastruktur yang turun tipis 0,11%.
Sejumlah saham yang termasuk dalam indeks LQ45 mencatatkan kenaikan signifikan hingga sesi pertama berakhir. Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menjadi top gainer dengan lonjakan 12,50%, diikuti oleh PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang naik 4,26%, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang menguat 3,57%.
Sementara itu, saham yang mengalami koreksi terbesar dalam indeks LQ45 di antaranya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 0,88%, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang melemah 0,74%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun 0,68%.
Related News
Kelangsungan Usaha Tak Jelas, BEI Suspensi Perdanganan Saham SKYB
Reformasi Berjalan, FTSE Pertahankan Status Bobot Indeks BEI
Rupiah Melemah, Respon BI Optimalkan Semua Instrumen Operasi Moneter
IHSG Mondar-Mandir di 7.000, BEI Lobi MSCI–FTSE Naikkan Bobot Indeks
Dua Emiten Grup Lippo, MPPA dan LPKR Beberkan Aksi Reposisi Bisnis
Reli Harga Agresif, YPAS Disuspensi, UDNG Senasib Karena Turun Tajam





