IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Cermati Saham BBCA Hingga AMRT

EmitenNews.com—Indeks Harga Sahan Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan menguat terbatas. Investor dapat mencermati saham BBCA, AGRO, KLBF dan AMRT.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks masih berpeluang menguat terbatas dari candle hanging man dan kondisi overbought.
“Trend netral, selama di atas 6.767. IHSG closing diatas 5 day MA (6.875). Indikator MACD netral, stochastic overbought, kenaikan tertahan dalam pola bullish channel, candle inside day. Selama di di atas support 6.778 - 6.739, IHSG masih berpeluang rebound. IHSG masih di tutup di atas 200 day MA (6.793) untuk hari ke 6. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.602 - 7.070,” ujar Andri dalam risetnya, Kamis (28/7).
Level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di posisi 6.908/6.931/6.964/7.004, sementara level support berada di 6.862/6.809/6.714/6.677, dengan perkiraan range 6.850 - 6.960.
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,37%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik signifikan 2,62%, bahkan indeks Nasdaq mencatat kenaikan yang sangat tinggi sebesar 4,06%.
Sementara itu, sebagian besar bursa regional Asia Pasifik pada perdagangan kemarin mengalami penguatan, seperti Nikkei, BEI dan Kospi. Adapun Hang Seng terkoreksi cukup signifikan antara lain akibat penurunan saham properti.
Investor dapat mencermati saham BBCA dengan rekomendasi SPECULATIVE BUY target 7.400/7.650 stop loss di bawah 7.150/7.000. Kemudian saham AGRO dengan rekomendasi BUY 800 - 815 target 835/850 stop loss di bawah 755.
Investor juga dapat mencermati saham KLBF dengan rekomendasi BUY 1.680-1.700 target 1.750/1.770 stop loss di bawah 1.630. Sementara saham AMRT direkomendasikan AKUMULASI BUY target 1.930/1.950 stop loss di bawah 1.865.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal