IHSG Ditutup Anjlok 1,98 Persen, 10 Sektor Tumbang
Lantai perdagangan saham di BEI
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan hari ini Jumat (14/3) melemah 131,786 poin atau 1,983% di level 6.515,613.
Pelemahan IHSG di penutupan sore hari ini terseret 10 indeks sektor. Sektor yang turun paling dalam adalah sektor teknologi 13,71%, sektor Kesehatan 1,16%, sektor barang konsumer primer 1,13%, sektor barang baku 1,05% dan sektor energi 0,95%.
Sedangkan satu-satunya sektor yang menguat adalah sektor barang konsumer non primer yang naik 0,67%.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai i 15,38 miliar dengan nilai transaksi Rp 8,87 triliun. Sebanyak 384 saham turun menekan laju IHSG, sementara 205 saham lainnya naik dan 218 saham stagnan.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya DSSA sebesar Rp575 menjadi Rp40.175 per lembar dan RDTX sebesar Rp550 menjadi Rp13.150 per lembar serta MKPI sebesar Rp375 menjadi Rp25.350 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DCII sebesar Rp45.225 menjadi Rp180.925 per lembar dan PANI sebesar Rp450 menjadi Rp10.400 per lembar serta SMDM sebesar Rp410 menjadi Rp2.010 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya MINE sebanyak 161.423 kali senilai Rp258,1 miliar kemudian AWAN sebanyak 31.487 kali senilai Rp6,2 miliar dan BBRI sebanyak 31.152 kali senilai Rp589,5 miliar
Top losers di LQ45 hingga penutupan hari ini, Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) 6,90% ke Rp 600 per saham, PERTAMINA Geothermal Energy Tbk (PGEO) 4,97% ke Rp 765 per saham dan Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 4,26% ke Rp 6.175 per saham.
Sedangkan Top gainers di LQ45 adalah, Merdeka Battery Material Tbk (MBMA) 5,07% ke Rp 290 per saham, Aneka Tambang Tbk (ANTM) 3,58% ke Rp 1.590 per saham dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 3,17% ke Rp 1.300 per saham.
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





