IHSG Ditutup Longsor 1,82 Persen, Saham Tambang Masih Perkasa

Screen perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 120,730 poin atau 1,828% di level 6.485,448 pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (27/2).
Pelemahan IHSG hari ini terseret turunnya 10 indeks sektor. Hanya 1 indeks sektor yang naik yaitu sektor barang konsumen non primer yang naik 0,19%.
Sedangkan Indeks sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor kesehatan yang melorot 2,29%, sektor keuangan turun 1,67% dan sektor barang baku yang turun 1,60%.
Sebanyak 255 Saham mengalami kenaikan harga sedangkan 574 saham mengalami penurunan harga 255 saham tak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp12,01 triliun.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya STTP sebesar Rp375 menjadi Rp6.900 per lembar dan UNIC sebesar Rp225 menjadi Rp7.525 per lembar serta ITMG sebesar Rp150 menjadi Rp24.825 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya MLPT sebesar Rp4.200 menjadi Rp37.000 per lembar dan DSSA sebesar Rp3.250 menjadi Rp32.500 per lembar serta JSPT sebesar Rp1.550 menjadi Rp13.975 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya BBRI sebanyak 86.389 kali senilai Rp1,51 triliun kemudian BBCA sebanyak 55.726 kali senilai Rp1,72 triliun dan BMRI sebanyak 51.183 kali senilai Rp1,58 triliun.
Saham Top Losers LQ45 hingganpenutupan hari ini adalah, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (-8,78%) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) (-8,36%) dan Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (-5,28%).
Sedangka Top gainers LQ45 hari ini adalah AKR Corporindo Tbk (AKRA) (8,71%), Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (5,75%), Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) (3,14%).
Related News

Generali Bayar Klaim Rp1,3 T di 2024

Tetap Pilih Skema 3, ini yang Disepakati Apple dengan Kemenperin

Hati-hati! Dua Saham Ini Dalam Pengawasan BEI

IKEA Tawarkan UMKM dan IKM Ikut Jualan di Tokonya

IHSG Anjlok 2,2 Persen di Sesi I, BRIS, PGAS, GOTO Top Losers LQ45

Prediksi Lebaran; Konsumsi Pertalite dan Pertamax Naik, Biosolar Turun