IHSG Ditutup Menghijau, Begini Kondisi GOTO hingga NCKL Usai Didepak
:
0
Mainhall BEI.
EmitenNews.com - Saham-saham yang terdepak FTSE Russell terpantau ditutup beragam pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Saham GOTO misalnya, pada penutupan hari ini masih tiarap di level Rp50, saham DOID juga stagnan diperdagangkan di level Rp208 hingga penutupan perdagangan.
Lalu, saham CNMA ambles 6,93 persen atau turun 7 poin ke level Rp94, dan saham NCKL ditutup melemah 0,56 persen atau turun 5 poin ke level Rp885.
Meski demikian, Direktur Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan efek review indeks terhadap saham-saham tersebut tidak sebesar dampak review oleh MSCI. Hal itu dikarenakan karena emiten-emiten yang terdepak bukan dalam kategori big cap seperti DSSA.
Namun, pada saham GOTO, lanjut Wawan, kendati masuk dalam kategori saham big caps harga perdagangannya hingga saat ini masih berada di posisi Rp50.
“Dampaknya tidak sebesar MSCI karena emiten yang terpengaruh lebih terbatas dan kapitalisasi relatif kecil dibanding rebalancing MSCI,” ujar Wawan, Selasa (2/6/2026).
Daftar Saham RI yang Didepak FTSE Russell
Adapun pada pengumuman terbaru yang dirilis oleh FTSE Russell, terdapat empat emiten yang juga turut didepak dari indeks global itu. Keempatnya yaitu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Delta Makmur Tbk melalui entitasnya BUMA Internasional Grup (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA).
Di dalam dokumen tersebut, FTSE Russell menerangkan bahwa GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA didepak karena adanya perubahan papan pencatatan keempat saham yang sempat dirilis BEI beberapa waktu lalu.
Secara klasifikasi, GOTO dan NCKL dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index. Sedangkan BUMA dan CNMA dikeluarkan dari FTSE Global Equity Index Series Micro Cap Index.
"Saham-saham tersebut dihapus dari indeks karena saat ini tercatat di Papan Pengembangan (Development Board) Bursa Efek Indonesia. Segmen pasar ini dikategorikan tidak memenuhi syarat (ineligible market segment) untuk masuk dalam kalkulasi indeks GEIS," tulis FTSE Russell dalam dokumen FTSE Global Equity Index Series (GEIS) June 2026 Quarterly Changes – Amendment v4, dikutip Selasa (2/6/2026).
Related News
VICI Tebar Dividen Final Rp33,54 Miliar Setara Rp5 per Saham
BUMI Guyur Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Arutmin, Sumber dari Obligasi
Pacu Ekspansi Usaha, CUAN Siap Perbesar Kepemilikan di Singaraja Putra
Emiten Unggas Bakal Bagi Dividen, Pantau CPIN dan MAIN
IBST Minta Restu Delisting Pada 5 Juni, Cek Jadwal VTO Rp5.400/Saham
PT Jokowow Genggam Saham AKKU, Porsinya Segini





