IHSG Ditutup Naik 0,74 persen, Sektor dan Saham Ini Pendorongnya
:
0
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada akhir perdagangan Rabu (4/9), dengan kenaikan sebesar 56,37 poin atau 0,74% ke level 7.672,89.
IHSG bergerak variatif dari batas bawah di level 7.546 hingga batas atas pada level 7.672 setelah dibuka pada level 7.616.
Penguatan ini didukung oleh kenaikan di tujuh sektor, sementara empat sektor lainnya berada di zona merah.
Sektor barang konsumen non primer memimpin penguatan dengan lonjakan 2,76%, diikuti sektor kesehatan yang naik 1,61%, serta sektor infrastruktur yang menguat 1,12%. Di sisi lain, sektor transportasi mengalami penurunan terbesar dengan koreksi 1,03%, disusul sektor barang baku yang turun 0,87%, dan sektor barang konsumen primer yang melemah 0,26%.
Total Volume perdagangan di bursa mencapai 36,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,17 triliun.
Dari total saham yang diperdagangkan, 268 saham mengalami kenaikan, 331 saham melemah, dan 193 saham tidak mengalami perubahan.
Saham-saham yang masuk dalam daftar top gainers LQ45 meliputi PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 5,12%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang menguat 2,98%, serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang naik 2,29%.
Sebaliknya, top losers LQ45 diisi oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang turun 3,59%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 3,39%, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang mengalami koreksi 2,86%.
Sementara Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya DNET sebesar Rp1.225 menjadi Rp7.450 per lembar dan GEMS sebesar Rp1.225 menjadi Rp14.725 per lembar serta DCII sebesar Rp11.175 menjadi Rp41.450 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya STTP sebesar Rp1.075 menjadi Rp14.400 per lembar dan KARW sebesar Rp700 menjadi Rp6.450 per lembar serta DSSA sebesar Rp425 menjadi Rp40.950 per lembar.
Related News
Jelang Review MSCI 12 Mei, OJK Minta Pasar Tak Panik
BEI Pantau Saham FORE, Masuk Kategori UMA
POJK 4/2026 Berlaku, OJK Pisahkan Produk Investasi & DPK Bank Syariah
BEI Pantau Ketat WBSA Akibat Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Setujui Dua BPR di Jatim Bergabung, Mari Dengar Harapan OJK
Usai Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, GoPay Dukung QRIS di China





