EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis 3,63 poin atau 0,06% ke 56.518,12 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (28/8/2026). IHSG sejatinya dibuka melesat ke 6.535,72 dan bertahan di zona hijau pada sesi pagi, namun malah anjlok dalam di sesi siang hingga tembus level terendah intraday di 6.495,73.

Lebih banyak saham yang mencatat penurunan harga yaitu 328 saham. Sayangnya, tekanan aksi jual pada saham-saham tersebut tak mampu diimbangi saham yang menguat yaitu sebanyak 276 saham. Selain itu, 188 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan mencapai 35,30 miliar saham, frekuensi 2,00 juta kali, dan total nilai transaksi Rp15,15 triliun.

Dari sisi nilai transaksi, saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) kembali menjadi buruan investor dan merajai transaksi seperti hari sebelumnya. Total transaksinya 1,7 triliun dan harga menguat 0,44% ke Rp1.145.

Saham top value berikutnya adalah Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp1 triliun dan mencatat penguatan 1,17% ke Rp6.475. Lanjut ke Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat transaksi Rp703,9 miliar dan harga naik 0,77% ke Rp1.965.

Sementara itu, saham Bumi Resources (BUMI) yang mencatat transaksi Rp558,8 miliar malah menjadi penekan karena harganya turun 2,06% ke Rp190, bersama Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp376,9 miliar dan harga turun 0,61% ke Rp810, serta Sinergi Inti Andalan (INET) Rp351,9 miliar harga melemah 2,86% ke Rp340 per saham.

Di jajaran 45 saham terlikuid, Indosat (ISAT) mencetak penurunan terdalam 3,07% ke Rp2.530, disusul Merdeka Battery Materials (MBMA) merosot 2,63% ke Rp555, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) melemah 2,55% ke Rp1.340 per saham.

Saham top gainers LQ45 dikuasai oleh Indika Energy (INDY) naik 2,17% ke Rp2.830, Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 1,89% ke Rp3.780, dan Charoen Pokphand (CPIN) menguat 1,32% ke Rp3.060.