EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan perdana tahun 2026 dengan kinerja impresif. Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, indeks komposit melonjak 101,19 poin atau 1,17% ke level 8.748,13, sekaligus kembali menembus zona 8.700-an dan cetak rekor all time high (ATH) baru.

IHSG dibuka di posisi 8.676,74 dan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan di rentang 8.664,98–8.748,13. Sentimen positif pasar tercermin dari dominasi saham-saham penguatan, dengan 479 saham menguat, 200 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh 9 indeks sektoral yang ditutup di zona hijau. Sementara itu, dua sektor mencatat koreksi, yakni sektor keuangan turun 0,87% dan sektor kesehatan melemah 0,58%.
Sektor transportasi memimpin penguatan dengan lonjakan 6,56%, disusul sektor teknologi yang melesat 4,47% serta sektor barang konsumen siklikal naik 3,47%.

Aktivitas perdagangan hari ini juga berlangsung ramai. Saham BUMI mencatat volume transaksi tertinggi dengan 11,77 miliar saham senilai Rp4,72 triliun, diikuti GOTO yang diperdagangkan sebanyak 7,02 miliar saham dengan nilai transaksi Rp468,25 miliar.

Dari sisi nilai transaksi, BUMI masih menjadi jawara, disusul DEWA senilai Rp1,45 triliun dan BBRI sebesar Rp698,75 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi hari ini antara lain LEAD melesat 33,76%, PJHB naik 25%, dan VICI menguat 25%.

Pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia tahun 2026 turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyampaikan optimisme terhadap pasar modal domestik. “Target IHSG pada tahun ini di level 10.000,” ujar Purbaya.

Pasar merespons positif pernyataan tersebut. Pada sesi I perdagangan, IHSG sempat menguat 0,90% atau bertambah 77,97 poin ke level 8.724,90, sebelum akhirnya ditutup lebih tinggi pada akhir sesi. ***