Menguat, IHSG Jelajahi 8.334
:
0
IHSG tampil mencolok dengan nuansa Imlek. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu susut 0,03 persen menjadi 8.271. Pelemahan dipimpin saham-saham sektor consumer non-cyclicals 1,53 persen, dan transportation & logistics 1,06 persen. Asing membukukan net sell Rp360,91 juta di pasar reguler.
Saham-saham paling banyak dijual asing antara lain BBCA, BUMI, ANTM, GOTO, dan MBMA. Sentimen negatif disebabkan oleh lonjakan risiko ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran investor global.
Secara teknikal, candle terakhir indeks berbentuk black spinning top, masih di atas MA5, dan indikator MACD golden cross. Dengan demikian, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026, indeks akan mengalami penguatan. Reliance Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham UNVR, MLPL, PYFA, dan ITIC.
Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif disebabkan oleh Mahkamah Agung AS membatalkan pemberlakuan tarif besar-besaran oleh presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, pagi ini bursa Asia mayoritas melemah. Seperti Indeks Nikei 225 terkoreksi 1,12 persen, dan Indeks Shanghai tekor 1,26 persen. Indeks akan bergerak di kisaran support pada level 8.195, dan resistance pada level 8.334 dengan kecenderungan menguat. (*)
Related News
Volatil, IHSG Sesi I (27/10) Loyo 0,32% ke 5.355
BEI Rombak Penghuni Indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Depak Saham HSC
Sempat Dibuka Tertekan, IHSG Berbalik Naik ke Atas Level 5.400
IHSG Terkoreksi, Angkut Saham SSMS, AADI, dan SMGR
Rupiah Tertekan, BI Bisa Ambil Tindakan ini
Proyeksi IHSG Selasa (27/10), Balik Menguat?





