RATU Bidik Aset Migas Baru, Ekspansi Bisa Capai Luar Negeri
:
0
Ilustrasi PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).
EmitenNews.com - Usai pemerolehan restu Private Placement kala Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 September 2026, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) makin agresif memburu aset migas baru.
Perseroan tidak menutup peluang ekspansi hingga ke luar negeri untuk memperkuat portofolio.
Direktur Utama RATU Sumantri menyampaikan hal itu dalam Public Expose 2026, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, tim bisnis development RATU terus melakukan sourcing aset potensial setiap hari.
Kala ditanyai perihal target akuisisi RATU selanjutnya di dalam dan di luar negeri. Ia mengatakan, "Ya, kami hampir terus melakukan pembicaraan (dengan investor luar negeri)."
Sumantri berlanjut, dana perolehan dari private placement akan diutamakan guna memenuhi kebutuhan modal kerja (working capital) perseroan. Sebab, RATU membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi kebutuhan pendanaan operasional setiap tahun.
"Pelaksanaan 10% private placement ini terutama akan digunakan untuk mendukung working capital karena setiap tahun kami mendapatkan cash call," bebernya.
Selain kebutuhan modal kerja, RATU juga diungkap Sumantri akan terus mencari peluang penambahan aset via akuisisi. Ia menjabarkan model bisnis RATU tetap fokus pada akuisisi aset yang sudah berproduksi dan dikelola operator berpengalaman.
Adapun, aset tersebut diprioritaskan perseroan dalam dua hingga tiga tahun ke depan ialah aset migas yang sudah produktif.
Menurut dia, strategi tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko eksplorasi sekaligus mempercepat peningkatan kapabilitas keuangan perusahaan.
"Kalau untuk tahun 2027 pendekatannya masih sama, kita hanya melakukan akuisisi atas aset-aset yang produksi atau aset-aset yang telah berproduksi dan operatornya juga dikelola oleh operator-operator yang telah berpengalaman," kata Sumantri.
Related News
IHSG Lanjutkan Penurunan ke 5.266,13, Big Banks Jadi Pemberat Utama
Outflow Deras Imbas MSCI, Kepercayaan Investor Masih Jadi Tantangan
Volatil, IHSG Sesi I (27/10) Loyo 0,32% ke 5.355
BEI Rombak Penghuni Indeks LQ45, IDX30, IDX80, dan Depak Saham HSC
Sempat Dibuka Tertekan, IHSG Berbalik Naik ke Atas Level 5.400
IHSG Terkoreksi, Angkut Saham SSMS, AADI, dan SMGR





