EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (27/10/2026) kembali berakhir di zona merah. Penurunan indeks mencapai 106,96 poin atau 1,99% ke level 5.266,13.

IHSG sudah melemah sejak dibuka di level 5.357,96 dan sempat menguat ke level tertinggi intraday 5.418,13. Setelah mencapai level tertinggi harian itu, indeks komposit rontok dan konsisten berada di zona merah hingga akhir jam perdagangan.

Perdagangan hari ini diramaikan 35,74 miliar saham dengan frekuensi 1,90 juta kali dan total nilai transaksi Rp17,15 triliun.

Penurunan harga 611 saham jadi pemicu utama IHSG melemah tajam. Sebanyak 100 saham menguat dan 82 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar turun lagi menjadi Rp9.268,52 triliun.

Saham-saham bank berkapitalisasi besar (big banks) masih jadi pemberat utama. BBCA yang mencatat transaksi terbesar Rp1,8 triliun harga sahamnya melemah 0,81% ke Rp4.900, disusul BBRI dengan transaksi Rp1,2 triliun harga merosot 0,34% ke Rp2.900 per saham.

Berikutnya, BMRI dengan transaksi Rp1,1 triliun mengalami penurunan harga 1,02% ke Rp3.870 dan disusul BBNI yang senilai Rp265,7 miliar dengan harga turun 4,61% ke Rp3.310 per saham. Saham-saham big caps lain yang turut menjadi pemberat adalah TPIA dan TLKM.

Di tengah penurunan indeks komposit itu, saham TGUK malah mencatatkan kenaikan paling tinggi (toop gainer) sebesar 23,46% ke Rp100, disusul TMPO yang menguat 20,63% ke Rp228, dan OKAS melesat 19,32% ke Rp105 per saham.

Sebaliknya, saham-saham yang mencatat penurunan dalam adalah LUCY yang anjlok 7,14% ke Rp104, VKTR melemah 6,99% ke Rp346, dan BULL merosot 6,94% menjadi Rp268 per saham.