EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumar (11/9/2026) ditutup merosot 46,96 poin (0,73%) ke 6.541,37. Indeks komposit sepanjang hari berada di zona merah dan menyentuh level terendah intraday 6.462,96.

Pelemahan indeks hari ini dipicu 453 saham yang mencatat penurunan harga. Sementara, hanya 183 saham yang menguat dan 153 saham lainnya stagnan.

Total volume perdagangan hari ini sebanyak 30,23 miliar saham, frekuensi 1,92 juta kali, dan total transaksi Rp14,58 triliun.

Saham-saham perbankan big caps turut memicu pelemahan indeks. Empat big banks mencatat penurunan harga meski nilai transaksinya mendominasi. Bank Central Asia (BBCA) mencatat transaksi paling tinggi Rp1,2 triliun dan harga merosot 1,56% ke Rp6.325.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan nilai transaksi tertinggi kedua Rp711,3 miliar, harganya melemah 1,51% ke Rp3.270, diikuti Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp547,6 miliar dan harga turun 0,17% ke Rp4.360, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp104,5 miliar harga melemah 1,32% ke Rp3.750 per saham.

Sementara, di jajaran 45 saham terlikuid, Indosat (ISAT) mencatat kenaikan tertinggi 1,25% ke Rp2.430, disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) naik 1,04% ke Rp4.860, dan Pertamina Geothermal (PGEO) naik 0,99% ke Rp1.025 per saham.

Sebaliknya, anggota LQ45 dengan penurunan terdalam dicetak Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melemah 4,06% ke Rp945, Essa Industries (ESSA) turun 3,68% ke Rp655, dan Charoen Pokphand (CPIN) merosot 3,66% ke Rp3.160 per saham.