IHSG Koreksi 0,1%, Masih Ada Tekanan Jual, Sikap Buy on Weakness
:
0
Potret indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: IDX
EmitenNews.com - Melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.534,69 atau melemah 0,10% pada perdagangan kemarin, Senin (14/9), menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Bahkan, IHSG sempat terkoreksi lebih dari 2%.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai bahwa sentimen eksternal masih menjadi faktor utama, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kembali harga minyak Brent menembus USD107 per barel.
“Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat atau higher for longer, sehingga memicu aksi risk-off di pasar negara berkembang,” kata Nafan kepada EmitenNews.
Meski sempat terkoreksi cukup dalam, IHSG sempat kembali memantul ke zona hijau, seiring dilantiknya Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan RI, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin sore (14/9).
Di samping itu, Nafan menilai pelaku pasar domestik disebut tidak sepenuhnya melakukan panic selling. Artinya, terdapat indikasi buy on weakness serta bargain hunting, khususnya pada saham-saham dengan kapitalisasi besar yang sudah mengalami tekanan cukup dalam.
“Selain itu, pasar juga mulai melakukan pricing-in terhadap berbagai risiko eksternal, sehingga ketika tekanan jual mulai mereda, indeks relatif cepat melakukan rebound. Ini sejalan dengan kondisi pekan lalu ketika IHSG sudah terkoreksi 1,43% akibat eskalasi konflik AS-Iran dan kenaikan harga minyak,” ujar Nafan.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari mengingatkan investor tetap menjaga cash dan tidak terlalu agresif menambah posisi di tengah foreign net sell dan volatilitas yang dinilai masih tinggi.
Meski begitu, momentum koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap saham fundamental kuat yang mulai menunjukkan relative strength, terutama di sektor finance dan saham-saham dengan trade flow yang mampu bertahan kala market tertekan.
“Dengan IHSG masih di area 6.400-6.600, strategi lebih tepat adalah buy on weakness secara bertahap sambil menunggu sentimen global dan arah kebijakan suku bunga menjadi lebih jelas,” ungkap Brigita.
Related News
Investor Tunggu Gebrakan Menkeu Anyar
Menkeu Suahasil Jadi Sentimen Positif ke IHSG? Analis Ingatkan Ini
IHSG Bergejolak, Investor Bakal Cermati Kebijakan Menkeu Suahasil
Surat Berharga Dominasi Aset Menkeu Suahasil, Nilainya Segini
Sempat Rebound, IHSG Ditutup Melemah ke 6.534 Usai Purbaya Diganti
Reshuffle Purbaya, Big Banks Dorong IHSG Rebound Usai Anjlok 2,6%





