EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,12 persen ke level 6.518,121 dari pekan lalu yang parkir di level 6.525,690. Sempat mendekati level pekan lalu pada 27 Agustus, yakni 6.521,750, IHSG kehabisan bahan bakar menutup periode pekan ini, 24-28 Agustus 2026.

Pada pekan ini pun rata-rata nilai transaksi harian turun 1,84 persen jadi Rp15,29 triliun dari Rp15,57 triliun di pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga merosot 28,33 persen menjadi 36,05 miliar lembar saham dari 50,30 miliar lembar saham di pekan lalu.

Begitu pun dengan rata-rata ferkuensi transaksi harian yang berkurang 2,64 persen menjadi 2,15 juta kali transaksi dari pekan sebelumnya yang mencapai 2,21 juta kali transaksi.

Alhasil, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami koreksi 0,16 persen menjadi Rp11.431 triliun dari Rp11.449 triliun di pekan lalu.

Indeks bursa juga bernasib serupa, seperti indeks LQ45 melemah 0,43 persen ke level 641,822, IDX30 melemah 0,30 persen ke level 358,910, IDX80 melemah 0,30 persen ke level 96,634, hingga Kompas100 yang melemah 0,12 persen ke level 848,224.

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas pun sempat mengatakan bahwa secara teknikal, IHSG memang masih berpeluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan di area 6.450.

Katanya, jika level tersebut berhasil dipertahankan, target kenaikan terdekat berada di bawah 6.800, dengan target berikutnya di kisaran 6.900-7.000.

“Tapi kalau ternyata gagal bertahan di area 6.450, indeks bisa balik lagi terkoreksi. Karena ada gap di level 6.186. Ini skenario penurunan IHSG dalam jangka menengah,” ujarnya dalam bincang saham Kiwoom, Jumat (28/8).