EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Indeks melanjutkan penurunan 77,408 poin atau 1,22% ke level 6.293,271 pada pukul 09.01 WIB.

IHSG mengawali perdagangan di level 6.352,202 setelah ditutup di 6.370,679 pada perdagangan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.355,033 dan terendah 6.289,295 di menit-menit awal pembukaan.

Tekanan jual mendominasi pasar. Data RTI Business mencatat 346 saham melemah, sementara 121 saham menguat dan 182 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp530,9 miliar dengan volume perdagangan 913,8 juta saham.

Pelemahan IHSG mengikuti bursa AS yang ditutup turun pada Selasa 19 Mei 2026. DJIA turun 0,65%, S&P500 melemah 0,67%, dan Nasdaq terkoreksi 0,84% dipicu lonjakan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran inflasi.

Investment Specialist PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan IHSG berpotensi mencari pijakan di kisaran 6.300-6.400.

"IHSG berpotensi mencari pijakan dalam rentang 6300-6400 menanti pengumuman RDG Bank Indonesia, dan Pidato Presiden pada rapat paripurna DPR hari ini," kata Ahmad Faris.

Pada perdagangan Selasa (19/5), IHSG ditutup melemah 3,46% seiring pelemahan rupiah, naiknya yield obligasi, serta rumor pembentukan badan ekspor satu pintu oleh pemerintah.

Untuk saham yang bisa dicermati hari ini, Ahmad Faris menyoroti AMRT dengan support 1.310-1.365 dan resistance 1.520-1.570, serta MYOR dengan support 1.700-1.725 dan resistance 1.865-1.890. (*)