IHSG Tertekan, Investor Tahan Diri
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup melemah. Itu dipicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang mengancam keberlangsungan tren kenaikan indeks. Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 30 tahun naik ke level 5,19 persen, merupakan level tertinggi dalam sembilan belas tahun terakhir.
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun, menjadi acuan bunga KPR, dan kredit otomotif naik ke level 4,69 perssen, level tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan imbal hasil obligasi itu dipicu lonjakan angka inflasi akibat kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah.
Tingginya bunga KPR, dan kartu kredit dikhawatirkan akan menggerus daya beli, yang pada akhirnya akan menekan belanja konsumen, pertumbuhan ekonomi, dan membuat valuasi saham menjadi mahal. Koreksi indeks bursa Wall Street, dan harga mayoritas komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Di sisi lain, perbaikan defisit APBN April minus 0,63 persen dibanding bulan sebelumnya susut 0,93 persen, dan mulai ada aksi beli investor asing berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Di sisi lain, investor juga akan mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan menurut konsensu akan dinaikkan 25 bps menjadi 5 persen.
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 20 Mei 2026 akan menyusuri kisaran support 6.220-6.070, dan resistance 6.520-6.575. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham berikut.
Yaitu, Mayora Indah (MYOR), Sumber Alfaria alias Alfamart (AMRT), Bank Danamon (BDMN), Bank Tabungan Negara (BBTN), Gudang Garam (GGRM), dan HM Sampoerna (HMSP). (*)
Related News
IHSG Lanjut Drop 1,22 Persen, Menanti Sejumlah Keputusan Penting
IHSG Tergantung Defisit APBN, BI Rate, dan Depresiasi RupiahÂ
IHSG Kembali Melemah, KISI: Hari Ini Potensi Duduki 6.300-6.400
IHSG Masih Rawan Koreksi, Pidato Prabowo dan Hasil BI Jadi Kunci
Efek MSCI Berlanjut! IHSG Ambruk ke 6.370, DSSA-TPIA-CUAN Auto Ambles
Manjakan Gen Z, IPOT Sodorkan Aplikasi Trading Berbasis AI Real Time





