EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjutkan laju impresif sejak awal tahun dengan kembali memecahkan rekor tertinggi (all time high/ATH) baru pada penutupan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan perdagangan hari menguat 11,20 poin atau 0,13 persen ke level 8.944,81. Sebanyak 344 saham naik, 362 saham turun harga, dan 104 saham tak berubah harga.

Laju positif IHSG ini didukung menguatnya lima indeks sektoral meski 6 sektor lainnya melemah. Penguatan dipimpin sektor perindustrian sebesar 2,40 persen, disusul barang konsumer non primer 1,18 persen, barang baku 1,11 persen, energi 0,51 persen, dan infrastruktur sebesar 0,6 persen.

Tiga indeks sektoral yang melemah terdalam antara lain yaitu transportasi turun 1,83 persen, barang konsumer primer melemah 0,93 persen, dan teknologi anjlok 0,56 persen. Tiga sektor melemah sisanya adalah keuangan, properti dan real estate, dan kesehatan.

Total volume perdagangan saham hari ini mencapai 70,23 miliar unit dengan nilai transaksi Rp36,67 triliun.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami kenaikan harga tertinggi yaitu DSSA sebesar Rp4.900 menjadi Rp100.575, POLU sebesar Rp3.075 menjadi Rp28.900, dan ARKO sebesar Rp1.550 menjadi Rp10.750 per saham.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar yaitu DCII turun Rp2.025 menjadi Rp222.000, SINI turun Rp800 menjadi Rp12.200, dan MLPT merosot Rp700 menjadi Rp66.600 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham-saham teraktif yaitu BUMI sebanyak 264.226 kali dan nilai Rp2,8 triliun, disusul DADA sebanyak 246.095 kali senilai Rp553 miliar, dan DEWA sebanyak 176.955 kali senilai Rp1,5 triliun.