IHSG Makin Cerah, Koleksi Saham-saham ini
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall kembali ditutup menguat. Itu setelah di awal sesi sempat melemah. Penyesuaian imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif. Apalagi, investor berekspekatsi The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.
Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun turun ke level 4,77 persen setelah salah satu anggota dewan gubernur The Fed yaitu Christopher Waller. Waller mengatakan akan cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan kecuali kalau ada kejutan di data inflasi.
Pernyataan Waller itu membuat probabilitas kenaikan suku bunga acuan turun menjadi 50,4 persen dari sehari sebelumnya 63,2 persen. Penguatan indeks bursa Wall Street, lonjakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah, emas, batu bara, tembaga, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh karena itu, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.600-6.530, dan resistance 6.735-6.805. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham ADMR, AADI, ADRO, SMGR, BMRI, dan MDKA. (*)
Related News
Inisiatif dan Aktif, MKTR Tanggulangi Karhutla Wilayah Operasional
IHSG Lanjut Melesat ke 5.439,25, Saham TOBA Naik Paling Tinggi!
IPO Persib Bandung Meluncur di Tahun 2027
Kembali Melejit, IHSG Dibuka Volatil Menguat 0,74% ke 5.427
IHSG Menguat, Bungkus Saham-saham ini
Awas, Profit Taking Bendung Ledakan IHSG





