EmitenNews.com - Indeks bursa Wall kembali ditutup menguat. Itu setelah di awal sesi sempat melemah. Penyesuaian imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif. Apalagi, investor berekspekatsi The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun turun ke level 4,77 persen setelah salah satu anggota dewan gubernur The Fed yaitu Christopher Waller. Waller mengatakan akan cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan kecuali kalau ada kejutan di data inflasi.

Pernyataan Waller itu membuat probabilitas kenaikan suku bunga acuan turun menjadi 50,4 persen dari sehari sebelumnya 63,2 persen. Penguatan indeks bursa Wall Street, lonjakan harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah, emas, batu bara, tembaga, dan aksi beli investor asing diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).

Oleh karena itu, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.600-6.530, dan resistance 6.735-6.805. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham ADMR, AADI, ADRO, SMGR, BMRI, dan MDKA. (*)