EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa (7/7/2026) ditutup menguat dan semakin mepet ke level psikologis 6.000. Indeks komposit tercatat naik 40,42 poin (1,19%) ke level 5.986,49.

Dilihat dalam periode sepekan, IHSG mencatat penguatan 6,08% dan secara bulanan mencapai 12,06%.

IHSG dibuka langsung menguat ke level 5.933,57. Meski sempat merosot tak lama setelah perdagangan pagi dibuka, indeks langsung balik arah dan sempat menembus level tertinggi intraday di 5.890,44.

Perdagangan diramaikan transaksi sebanyak 22,28 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,67 juta. Total nilai perdagangan mencapai Rp10,33 triliun.

Laju IHSG juga ditopang penguatan harga dari 430 saham. Sebanyak 212 saham melemah dan 141 saham lainnya stagnan.

Saham perbankan big caps kembali menjadi motor utama transaksi, dipimpin Bank Central Asia (BBCA) yang nilai transaksinya mencapai Rp1,1 triliun, diikuti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp756,1 miliar, dan Bank Mandiri (BMRI) Rp732,8 miliar.

Saham emiten Prajogo Pangestu yaitu Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Barito Pacific (BRPT) menyusul setelahnya dengan nilai transaksi masing-masing Rp571,4 miliar dan Rp441,2 miliar.

Top Gainers dan Losers LQ45

Dari jajaran 45 saham terlikuid, Semen Indonesia (SMGR) memimpin dengan kenaikan 8,19% ke Rp1.520. Berikutnya adalah Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 5,79% ke Rp3.470, BRPT menguat 4,98% ke Rp1.580, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik 4,95% ke Rp7.425, dan Bank Tabungan Negara (BBTN) menguat 4,72% ke Rp1.220 per saham.

Di lain sisi, Indofood Sukses Makmur (INDF) mencatat pelemahan terdalam 3,26% ke Rp6.675, Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) turun 2,89% ke Rp6.725, Darma Henwa (DEWA) turun 2,52 ke Rp310, Bumi Resources (BUMI) turun 0,71% ke Rp140, dan Kalbe Farma (KLBF) merosot 0,67% ke Rp745 per saham.