IHSG Menguat 0,37 Persen di Sesi I, 4 Bank BUMN Top Gainers LQ45

Gambar IHSG di BEI
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan ditutup menguat pada akhir perdagangan siang, Selasa (8/10). IHSG naik 0,37% atau 28,12 poin ke level 7.532,25 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, meski IHSG menguat, hanya satu sektor yang berhasil berakhir di zona hijau.
Total volume transaksi di bursa mencapai 13,51 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,09 triliun. Sebanyak 323 saham mengalami pelemahan, 209 saham menguat, dan 247 saham stagnan.
Sektor keuangan menjadi pendorong utama dengan lonjakan 0,87%. Sebaliknya, sektor barang baku mencatat penurunan yang signifikan, terjun 1,59%. Sektor energi juga mengalami penurunan sebesar 1,19%, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik yang melorot 0,85%. Sektor kesehatan dan perindustrian masing-masing turun 0,67% dan 0,59%.
Penurunan juga terjadi di sektor barang konsumsi primer yang melemah 0,31%, infrastruktur turun 0,24%, dan sektor properti serta real estat yang tergerus 0,21%. Sektor teknologi dan barang konsumsi nonprimer juga mencatatkan penurunan tipis, masing-masing sebesar 0,14% dan 0,06%.
Di antara saham-saham yang mencatatkan kinerja terbaik di indeks LQ45, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memimpin dengan kenaikan 5,15%, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 3,64%, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menguat 2,28%. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) juga mencatatkan kenaikan, meski hanya sebesar Rp 2,17%.
Di sisi lain, saham-saham yang masuk dalam kategori top losers di LQ45 termasuk PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang turun 3,89%, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan penurunan 3,86%, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang tergerus 3,32%.
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal