EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,19 persen menjadi 5.986. Itu terjadi di tengah volume, dan nilai transaksi masih cenderung sepi. Faktor positif antara lain berasal dari usulan DPR mengurangi anggaran Program MBG periode 2027, dan data cadangan devisa Juni 2026 melonjak dari level terendah dua tahun terakhir.

IHSG ditutup di atas level MA20, dan MACD masih menunjukkan minat beli. Namun, beberapa sentimen negatif diperkirakan berpotensi memicu terjadinya profit taking. Dengan demikian, diperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed pada kisaran 5.900-6.000. Juni 2026, cadangan devisa Indonesia naik menjadi USD145,6 miliar dari Mei 2026 di posisi USD144,9 miliar.

Peningkatan moderat itu, terutama didukung penerimaan pajak dan jasa, lebih dari cukup untuk mengimbangi pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan langkah-langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia. Posisi cadangan devisa itu, setara 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Sementara itu, defisit APBN paruh pertama 2026 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen dari product domestic bruto (PDB). Namun, Menteri Keuangan Purbaya memproyeksi defisit APBN 2026 dapat mencapai Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen dari PDB, lebih tinggi dibanding target Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Meski penerimaan pajak diproyeksi tumbuh 20,5 persen, Pemerintah akan berupaya mempertahankan pertumbuhan di kisaran 23 persen tanpa menaikkan tarif maupun menambah jenis pajak baru. Belanja negara diproyeksi mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu APBN. Proyeksi defisit APBN lebih lebar dari target itu, berpotensi menjadi sentimen negatif.

Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, HM Sampoerna (HMSP), Charoen Pokphand (CPIN), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Semen Indonesia alias SIG (SMGR), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). (*)