EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (6/5/2026) di zona hijau, seiring dorongan sentimen makro domestik yang solid. IHSG tercatat naik 0,60 persen atau sekitar 42 poin ke level 7.099 pada awal sesi.

Pergolakan indeks ditopang mayoritas saham yang menguat. Sebanyak 298 saham naik, 172 saham melemah, sementara 494 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,23 triliun dengan volume 2,01 miliar saham dalam 154,8 ribu kali transaksi.

Penguatan IHSG terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik yang mencatat produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026. Capaian ini lebih tinggi dibanding kuartal IV-2025 sebesar 5,39 persen dan kuartal I-2025 sebesar 4,87 persen.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah risiko eksternal dan domestik. Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada Rabu (6/5) menilai reli IHSG berpotensi terbatas di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan berlanjutnya aksi jual investor asing.

“IHSG ditutup menguat 1,2% ke 7.057, sejalan dengan rebound bursa global. Namun, menurut kami masih terlalu dini untuk mengasumsikan rally ini akan berkelanjutan mengingat outflow asing masih berlanjut dan belum ada katalis baru yang mengubah big picture di ekuitas domestik,” tulis tim riset Mirae Asset.

Tekanan terhadap rupiah juga menjadi perhatian utama, di mana mata uang domestik sempat menyentuh level 17.400 per dolar AS. Kondisi ini dinilai dapat menahan minat investor asing terhadap aset berbasis rupiah.

Secara teknikal, IHSG dinilai mulai memasuki fase konsolidasi bullish dengan level support di kisaran 7.014 hingga 6.917, serta resistance pada rentang 7.119 hingga 7.244.