Purbaya Setuju Insentif Kendaraan Listrik, Skemanya Menperin Yang Atur
:
0
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada paparan APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5).Foto: Kemenkeu
EmitenNews.com - Selasa (5/5) kemarin Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Dari pertemuan tersebut keduanya sudah sepakat untuk memberikan insentif bagi pembelian kendaraan listrik.
"Tadi saya ketemu dengan menteri perindustrian, tadi pagi. Saya tanya apa yang bisa didorong. Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik, karena selain mendorong konsumsi, kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KITA, di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Namun Purbaya belum bisa mendetailkan bentuk maupun besaran insentif yang akan diberikan pemerintah. Menurutnya bentuk, skema dan mekanisme pemberian insentif kendaraan listrik tersebut saat ini masih digodok oleh Kementerian Perindustrian.
Tapi ia memastikan untuk tahap awal pihaknya siap memberikan insentif untuk pembelian sebanyak 100 ribu unit kendaraan roda empat dan 100 ribu untuk roda dua. Khusus untuk motor, Menkeu mengisyaratkan subsidinya Rp5 juta/unit.
"Kira-kira untuk subsidi mobil listrik akan kita kasih 100 ribu unit. Nanti skemanya Menteri Perindustrian akan menjelaskan seperti apa, nanti juga menteri perekonomian menjelaskan seperti apa," ungkap Purbaya.
"Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama kita kasih. Berapa subsidinya? Rp5 juta. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," tambahnya.
Menkeu berharap kebijakan terkait insentif kendaraan listrik ini sudah bisa dirampungkan dan bisa berlaku pada Juni 2026. Tujuannya untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak BBM, dan mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan.
Menurut Purbaya jika pemberian subsidi ini dipercepat bisa memperkuat daya tahan anggaran dan perekonomian dalam negeri. Pemberian insentif ini juga memperkuat pertumbuhan perekonomian dalam jangka pendek, yaitu di triwulan ketiga dan keempat.(*)
Related News
IHSG Berpotensi Naik, Pelototi Gerak-gerik Saham Ini
Penguatan Berlanjut, IHSG Selasa (5/5) Tutup di Atas Level 7.000
Ekonomi Tumbuh Sesuai Harapan Pasar, Waspadai Kontraksi PMI Manufaktur
Era AI Trading, IPOT Sodorkan UI/UX Berbasis AI Real Time
IHSG Melenggang di Sesi I (5/5) Balik ke Level 7.000
Penjualan Toyota Motor Pada Maret 2026 Susut 5,8 Persen





