EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut ditutup di zona hijau meski sempat merosot di awal perdagangan Selasa (5/5/2026). Indeks komposit ditutup naik 85,15 poin atay 1,22% ke level 7.075,10.

IHSG pagi tadi dibuka turun di level 6.968,56. Level tertinggi harian 7.069,20 dan terendah di 6.921,60. Dikutip dari RTI Business app, volume perdagangan total 43,91 miliar saham, nilai transaksi Rp23,87 triliun, dan frekuensi 2,46 juta kali.

Sebanyak 342 saham menguat, 314 saham melemah, dan 163 saham lainnya stagnan.

Sementara, saham-saham yang mencatat kenaikan harga paling tinggi (top gainers) yaitu Morenzo Abadi Perkasa (ENZO) sebesar 123 poin atau 34,72% ke Rp97 per saham. Disusul Barito Pacific (FWCT) naik 455 poin atau 24,66% ke Rp2.300 dan Pelat Timah Nusantara (NIKL) melesat 72 poin atau 24,66% ke Rp364 per saham.

Sebaliknya, saham-saham top losers adalah Wijaya Cahaya Timber (FWCT) anjlok 15% ke Rp77, Indospring (INDS) turun 14,67 ke Rp448, dan DFI Retail Nusantara (HERO) melemah 14,41% ke Rp505 per saham.

Saham Big Bank dan Duo BUMI Diobral Asing

Investor asing terpantau mengobral saham dua bank besar yaitu Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp316,8 miliar, Bank Central Asia (BBCA) Rp147,3 miliar.

Saham Bumi Resources (BUMI) termasuk yang banyak dijual asing senilai Rp114,6 miliar disusul Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp65,2 miliar.

Selain itu ada Astra International (ASII), Amman Mineral (AMMN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang tak luput dari aksi jual asing.

Paling Tinggi di Asia