Penuh Aura Positif, IHSG Lanjut Menyala
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu seiring koreksi harga minyak mentah, dan soliditas laporan keuangan emiten. Harga minyak mentah jenis WTI susut 3,9 persen menjadi USD102,27 per barel, dan Brent ciut 3,99 persen ke level USD109,87 per barel.
Pelemahan itu dipicu pernyataan terbaru menteri perang Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth. Pete mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlanjut. Dua kapal komersial, dan kapal perusak AS berhasil melewati selat Hormuz dengan aman. Pernyataan Pete itu, tindak lanjut pernyataan presiden AS Donald Trump awal pekan.
Di mana, Trump berencana menerapkan jalur Aman selat Hormuz di bawah pengawasan militer AS. Sementara itu, beberapa emiten melaporkan kinerja keuangan kuartal satu lebih baik dari ekspektasi. Antara lain DuPont De Nemours Inc melejit 8,43 persen, dan Anheuser-Busch Inbev SA surplus 8,74 persen.
Berdasar data Fact Set, saat ini dari seluruh emiten konstituen S&P 500 telah merilis laporan keuangan, 85 persen di antaranya berhasil membukukan kinerja lebih baik dari ekspektasi. Nah, penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan beberapa komoditas itu, diprediksi menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, tekanan terhadap rupiah, dan aksi jual investor asing terus berlanjut, berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Mesai begitu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.985-6.915, dan resistance 7.130-7.200.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham Surya Semesta (SSIA), Aspirasi Indonesia (ACES), XLSmart Telecom (EXCL), Elnusa (ELSA), Unilever Indonesia (UNVR), dan Bank Negara Indonesia (BBNI). (*)
Related News
Kembali Terkoreksi, IHSG Dibuka Drop 0,67 Persen ke 6.331
Ikuti Wall Street, IHSG Tertekan
Efek BI Rate, IHSG Terjang Level 6.400
AS Buka Kuota Impor Gula, Cermati Efeknya ke Sektor Mamin
Usai RDG Bank Indonesia, Ini Proyeksi IHSG
Sentimen Global Bayangi IHSG, Ada Sinyal Konflik AS-Iran Mereda?





