EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sudah anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat (16/10) diperkirakan masih akan melanjutkan tekanan pada pekan ini. Dua analis bahkan kompak memperkirakan IHSG rawan menguji level psikologis 5.000.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis T., mengatakan katalis negatif dari dari MSCI yang mengusulkan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market jadi Standalone Market masih akan mendominasi, meski belum pasti terjadi. Hal itu meningkatkan ketidakpastian dan membuat investor cenderung risk-off.

"Adanya upaya otoritas bursa untuk penegakan hukum terhadap pelanggar, jangka pendek berpotensi meningkatkan volatilitas, namun jangka panjang akan meningkatkan kredibilitas pasar," kata Alrich.

Alrich menuturkan, secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level psikologis 5.000, jika jebol berpotensi ke support 4.700-4.800.

Phintraco sekuritas mencermati saham PWON, PTBA, TAPG, ITMG, dan UNTR untuk pekan ini.

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, setelah IHSG terkoreksi agresif 11,57% dan secara weekly anjlok 14,91%, IHSG masih rawan koreksi.

Dengan jebolnya support krusial 5.317, IHSG sedang membentuk wave pada worst case scenario.

“Artinya IHSG masih rawan koreksi untuk menguji 5.021-5.120 sebelum potensi technical rebound ke 5.397-5.514,” kata Herditya.

Untuk perdagangan kali ini, MNC Sekuritas mencermati saham-saham seperti ASII, INCO, TLKM, dan UNTR.