IHSG Rawan Koreksi, Pilih Saham TLKM, SSMS, dan PGEO

Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Inflasi Amerika Serikat (AS) diperkirakan terus turun. Itu menyusul tanpa peningkatan signifikan pada tingkat pengangguran. Tanda-tanda “pendaratan lunak” mulai terlihat, dengan inflasi 2,6 persen, mendekati target 2 persen The Fed, dan tingkat pengangguran 4,1 persen.
Pendaratan lunak jarang terjadi dalam sejarah ekonomi, penurunan inflasi cepat tanpa kenaikan substansial tingkat pengangguran adalah pertanda baik. Kondisi itu, menekankan pentingnya The Fed menentukan waktu tepat dalam melonggarkan kebijakan moneter. Demikian pernyataan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook Rabu kemarin dalam konferensi ekonomi di Australia.
Menilik data itu, Stocknow.id memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 11 Juli 2024 akan bergerak cenderung koreksi terbatas. IHSG akan menguji level classic support 7.213, dan resistance level 7.317. IHSG berpotensi bergerak sideways beberapa hari mendatang.
Itu mengingat masih belum ada katalis signifikan mempengaruhi IHSG.
Di sisi lain, data inflasi ekonomi Amerika Serikat (AS) akan rilis malam nanti. Adapun proyeksi inflasi AS untuk Juni 2024 akan turun ke level 3,1 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,3 persen. Oleh karena itu, investor cenderung lebih konservatif terhadap pengamanan modal investasi. Ditambah lagi, saham-saham perbankan indonesia pada perdagangan kemarin (10/7) ditutup stagnan cenderung melemah.
Sejumlah saham patut dicermati dan laik beli yaitu Telkom Indonesia (TLKM) Rp3.160. Pertamina Energy (PGEO) Rp1.260. Wismilak (WIIM) laik beli Rp1.235. Dan, Sawit Sumbermas (SSMS) Rp1.245. (*)
Related News

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal

Konsumsi Solar Turun 19 Persen Dampak Pembatasan Operasional Truk

Joint Program Optimalisasi Penerimaan Negara 2025 Dimulai