EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I Kamis (8/1/2026) dengan penguatan solid. IHSG naik 39,66 poin atau 0,44 persen ke level 8.984,47, setelah sempat menyentuh rekor intraday di kisaran 9.003. Aktivitas pasar terpantau cukup aktif dengan 362 saham menguat, 311 saham melemah, dan 137 saham stagnan.

Penguatan IHSG pada paruh pertama perdagangan ini ditopang oleh kinerja positif sejumlah indeks sektoral. IDX Non-Cyclicals memimpin penguatan dengan kenaikan 1,50 persen, disusul IDX Energy yang menguat 1,38 persen, serta IDX Property naik 1,15 persen. 

Sektor lain yang masih berada di zona hijau yakni IDX Transports naik 0,66 persen, IDX Health menguat 0,30 persen, IDX Techno naik 0,09 persen, dan IDX Finance tipis 0,01 persen.

Adapun, tekanan masih terlihat pada beberapa sektor. IDX Basic terkoreksi 0,93 persen, IDX Industry melemah 0,36 persen, IDX Cyclical turun tipis 0,02 persen, sementara IDX Infrastructure turun 0,04 persen.

Menengok sisi saham penggerak indeks (index movers), sektor pertambangan kembali menjadi penopang utama IHSG. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 5,32 persen, PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 4,21 persen, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melesat 6,44 persen, seiring masih kuatnya sentimen komoditas.

Namun demikian, penguatan indeks tertahan oleh tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi pemberat. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 4,67 persen, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 4,34 persen, dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terkoreksi 3,57 persen.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG sesi I menunjukkan momentum yang masih konstruktif, dengan sektor energi dan non-siklikal menjadi tumpuan utama. Pelaku pasar kini menanti arah lanjutan pada sesi II, terutama apakah IHSG mampu kembali menantang level psikologis 9.000.