EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah  0,36 persen pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (16/4/2026), setelah sempat dibuka menguat lebih dari 1 persen di awal perdagangan.

Mengacu data IDX, IHSG terkoreksi 0,36 persen atau turun 27,488 poin ke level 7.596,098. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 7.578 hingga 7.705, setelah dibuka di level 7.623.

Pergerakan pasar cenderung berimbang dengan 319 saham menguat, 330 saham melemah, dan sisanya stagnan. Meski sempat reli di awal, tekanan jual membuat IHSG berbalik arah menjelang penutupan sesi I.

Aksi ambil untung (profit taking) menjadi pemicu utama pelemahan, terutama pada saham-saham grup Prajogo Pangestu. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,20 persen ke Rp2.280, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 4,11 persen ke Rp1.165, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 3,87 persen.

Menilik sisi sektoral, mayoritas indeks berada di zona merah. IDX Basic turun 0,80 persen, IDX Cyclical melemah 0,74 persen, IDX Energy turun 0,87 persen, IDX Finance terkoreksi 0,22 persen, IDX Industry melemah 0,17 persen, IDX Infra turun 0,86 persen, IDX Non-Cyclical turun 0,18 persen, dan IDX Property terkoreksi 0,26 persen.

Sementara itu, sektor yang masih mencatatkan penguatan antara lain IDX Health naik 2,16 persen, IDX Technology menguat 0,45 persen, serta IDX Transportation naik 1,33 persen.

Adapun, saham-saham yang menjadi penopang (leaders) IHSG pada sesi ini antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 2,00 persen ke Rp1.525, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 1,61 persen ke Rp3.140, serta PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS) naik 1,21 persen ke Rp8.300.

Di sisi lain, saham-saham yang menjadi pemberat (laggards) di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,20 persen ke Rp2.280, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 4,11 persen ke Rp1.165, dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) terkoreksi 3,34 persen ke Rp2.310.

Secara eksternal, bursa Asia justru bergerak menguat, didorong oleh data pertumbuhan ekonomi China kuartal I yang mencapai 5 persen, lebih tinggi dibandingkan 4,5 persen pada kuartal sebelumnya. Namun sentimen positif global tersebut belum mampu menahan tekanan profit taking di pasar domestik.