EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia melanjutkan reli kuat dan kembali menorehkan rekor tertinggi (all time high/ATH) baru, menandakan momentum bullish masih terjaga setelah lonjakan signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 0,84 persen atau bertambah 74,42 poin ke level 8.933,61 pada penutupan perdagangan Selasa, 6 Januari 2025. Penguatan ini sekaligus menegaskan keberlanjutan tren naik indeks komposit sejak awal tahun.

Laju IHSG kali ini ditopang penguatan mayoritas sektor. Dari total 11 indeks sektoral, sebanyak 10 sektor bergerak di zona hijau, mencerminkan solidnya minat beli lintas sektor.

Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,35 persen, disusul sektor perindustrian naik 2,14 persen, energi 1,62 persen, teknologi 1,57 persen, serta properti dan real estate yang menguat 1,34 persen. Sektor infrastruktur turut naik 0,86 persen, barang konsumer primer 0,73 persen, keuangan 0,66 persen, barang konsumer non primer 0,22 persen, dan kesehatan 0,17 persen. Hanya sektor transportasi yang bergerak berlawanan arah dengan koreksi 0,89 persen.

Aktivitas perdagangan tetap ramai. Total volume transaksi mencapai 67,91 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp34,12 triliun. Sebanyak 428 saham menguat, 256 saham melemah, dan 127 saham bergerak stagnan.

Saham MLPT melesat Rp4.700 ke level Rp67.300 per lembar. POLU turut menguat Rp1.600 menjadi Rp25.825 per saham, sementara ARKO naik Rp1.500 ke posisi Rp9.200 per lembar.

Sementara itu, tekanan jual terlihat pada saham DSSA yang turun Rp1.425 ke Rp95.675 per saham, disusul SINI melemah Rp1.000 menjadi Rp13.000, serta MBSS terkoreksi Rp290 ke level Rp3.400 per lembar.

Dari sisi aktivitas, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 311.339 kali dan nilai transaksi Rp4,02 triliun. Selanjutnya DEWA ditransaksikan 175.054 kali senilai Rp2 triliun, serta HUMI dengan 114.569 kali transaksi senilai Rp473 miliar.