IHSG Tertekan, Investor Cermati Dampak Pailit SRIL

Sejumlah pengunjung tampak melintasi koridor dengan layar menyajikan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 29 Oktober 2024, IHSG akan menjelajahi level support 7.630, dan posisi resistance 7.700. Apalagi, kemarin IHSG turun 0,78 persen menjadi 7.634,63.
Sentimen pasar masih tertekan ketidakpastian global, termasuk rilis data PDB Amerika Serikat (AS) dapat memengaruhi kebijakan moneter The Fed, dan perkembangan politik Timur Tengah. Selain itu, pasar domestik turut mencermati potensi dampak pailit Sri Rejeki Isman alias Sritex (SRIL) terhadap eksposur sejumlah bank nasional.
Menilik data terbaru itu, StocKnow.id merekomendasikan sejumlah saham laik koleksi sebagai berikut. Yaitu, Adaro Minerals (ADMR) Rp1.460 per lembar dengan take profit di kisaran Rp1.510-1.540 per saham, dan stop loss Rp1.415 per eksemplar.
Timah (TINS) Rp1.330 per lembar dengan take profit Rp1.380-1.410 per eksemplar, dan stop loss Rp1.270. MAP Aktif (MAPA) Rp925 per lembar dengan take profit di kisaran Rp960-990 per saham, dan stop loss Rp880 per eksemplar.
Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp374 per saham dengan take profit di kisaran Rp395-416 per lembar, dan stop loss di posisi Rp356 per helai. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal