Iklan Turun, Laba Emiten Hary Tanoe (MNCN) Tergerus 37,8% Jadi Rp746 M per Juni 2023

EmitenNews.com -Perusahaan televisi milik Hary Tanoesoedibjo PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) meraih laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 746,19 miliar pada paruh pertama tahun 2023. Laba MNCN turun 37,81% dari sebelumnya Rp 1,20 triliun.
Merujuk data laporan keuangan MNCN yang di kutip, Kamis (3/8/2023) disebutkan, penurunan laba tersebut seiring dengan berkurangnya pendapatan sebanyak 16% yoy menjadi Rp 4,45 triliun. Dalam keterbukaan informasinya, MNCN menyebutkan penurunan tersebut disebabkan oleh dampak berkelanjutan dari implementasi analog switch-off (ASO) di Indonesia dan belanja iklan yang melunak di H1-2023.
Lebih rinci, pendapatan iklan perusahaan untuk semester 2023 berjumlah Rp3,89 triliun, turun 18% yoy.
"Penurunan pendapatan iklan terutama disebabkan oleh penurunan iklan non-digital selama periode ini. Namun, Perseroan masih memimpin pangsa pasar belanja iklan FTA dengan 46,1%," ungkap manajemen MNCN.
Di sisi lain, pendapatan digital MNCN mengalami pertumbuhan 1% yoy, mencapai Rp1,35triliunpada semester I 2023. Pendapatan non-digital turun 26% yoyo menjadi Rp2.54 triliun.
Selain itu, pendapatan dari konten dan kekayaan intelektual (IP) ikut turun sebesar 13% yoyo menjadi Rp 728 miliar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pasokan konten dari anak perusahaan MNCN, MSIN, setelah implementasi ASO, dan ini mengakibatkan berkurangnya slot konten untuk MSIN.
"Kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa analog switch off berdampak besar pada stasiun TVnya.," ujar Hary Tanoesoedibjo dalam keterangan resmi.
Sebagai informasi, MNCN membukukan beban langsung sebesar Rp2,29 triliun, atau turun 0,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, aset MNCN tercatat naik 0,07% menjadi Rp 22,43 triliun pada paruh pertama tahun ini dibanding Desember 2022. Kenaikan tersebut diikuti liabilitas yang tercatat sebesar Rp 1,69 triliun, dan ekuitas Rp 20,74 triliun.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar