Ikut Arahan Danantara, PTBA Bubarkan Bisnis Properti
:
0
Kegiatan penambangan PT Bukit Asam (Persero) Tbk
EmitenNews.com -PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membubarkan dan melikuidasi PT Bukit Multi Properti (BMP), entitas anak usaha tidak langsung perseroan, sebagai bagian dari penataan anak usaha BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat fokus pada bisnis inti.
Dalam pengumuman tertulis yang ditandatangani Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, Sabtu (31/10/2026), manajemen menjelaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan kebijakan strategis Danantara Asset Management dalam melakukan penataan (streamlining) anak usaha BUMN.
Kebijakan itu diarahkan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan BUMN dan anak usahanya, antara lain melalui pengurangan duplikasi fungsi serta kegiatan usaha sejenis, sekaligus memperbaiki efisiensi dan tata kelola perusahaan.
PT BMP merupakan entitas yang dikendalikan PTBA secara tidak langsung melalui PT Bukit Multi Investama (BMI). PT BMI menggenggam 99,99% saham PT BMP, sedangkan 0,01% sisanya dimiliki Yayasan Bukit Asam.
Sebagai bagian dari grup PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PTBA menyatakan pembubaran tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan strategis pemegang saham pengendali.
Keputusan pembubaran yang disertai likuidasi itu ditetapkan melalui keputusan sirkuler para pemegang saham PT BMP tertanggal 31 Oktober 2026. Dalam keputusan tersebut, pemegang saham juga menyetujui penunjukan tiga likuidator, yakni Nuzul Hakim, Lukman Hakim, dan Fantri Wismantoro.
Manajemen PTBA menyatakan pembubaran dan likuidasi PT BMP tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan
Related News
Hasnur Shipping (HAIS) Kemas Pendapatan Rp221M di Kuartal III 2026
Investasi Perdana Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Nyaris Rp1M
Ekuitas Minus, Rugi Beruntun, ini Nasib Right Issue Emiten Andry Hakim
Dibuang MSCI, Laba Emiten Semen ini Tumbuh 363 Persen
Aset Jumbo, Pendapatan INET Melangit Ribuan Persen
Ekuitas Meledak, Laba DOOH Melambung 954,95 Persen





