EmitenNews.com - Sinergi Inti Andalan (INET) per 30 September 2026 mencatat laba bersih Rp58,06 miliar. Mengalami lompatan 199,74 persen dari episode sama tahun lalu hanya Rp19,37 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusain menjadi Rp4,91 dari sebelumnya Rp2,39.

Pendapatan bersih Rp1,54 triliun, melangit 2.154 persen dari periode sama tahun lalu hanya Rp68,6 miliar. Beban pokok pendapatan Rp1,33 triliun, bengkak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp36,18 miliar. Laba kotor terkumpul Rp215,59 miliar, melonjak signifikan dari periode sama tahun lalu Rp32,42 miliar.

Beban penjualan Rp6,15 miliar, bengkak dari Rp649,01 juta. Beban umum dan administrasi Rp80,1 miliar, bertambah dari Rp6,5 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp17,89 juta dari nihil. Beban usaha lain-lain Rp265,75 juta, drop dari untung Rp1,98 juta. Laba usaha Rp129,05 miliar, melesat dari Rp25,26 miliar.

Penghasilan keuangan Rp22,58 miliar, melambung dari edisi sama tahun sebelumnya Rp442,15 juta. Beban keuangan Rp76,55 miliar, bengkak dari Rp552,37 miliar. Beban pajak penghasilan Rp16,9 miliar, bertambah signifikan dari periode sama tahun 2025 senilai Rp5,74 miliar.

Laba periode berjalan Rp59,13 miliar, naik dari Rp19,37 miliar. Jumlah ekuitas Rp3,95 triliun, meroket 820 persen dari akhir tahun sebelumnya Rp429,21 miliar. Total liabilitas Rp2,55 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp331,15 miliar. Jumlah aset Rp6,5 triliun, melesat 755 persen dari akhir tahun lalu Rp760,37 miliar. (*)