Ekuitas Minus, Rugi Beruntun, ini Nasib Right Issue Emiten Andry Hakim
:
0
Sebuah kapal kargo milik perseroan tengah melintasi lautan lepas. FOTO - Dok CBRE
EmitenNews.com - Cakra Buana (CBRE) per 30 September 2026 boncos Rp191,77 miliar. Bengkak 483,95 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi rugi Rp32,84 miliar. Menyusul hasil negatif tersebut, rugi per saham dasar emiten asuhan Andry Hakim tersebut menjadi Rp42,26 dari sebelumnya Rp7,24.
Pendapatan Rp140,45 miliar, melejit 392,12 persen dari periode sama tahun lalu Rp28,54 miliar. Beban pokok pendapatan Rp167,14 miliar, bengkak dari fase sama tahun sebelumnya Rp34,62 miliar. Rugi kotor terkumpul Rp26,69 miliar, bertambah signifikan dari posisi sama tahun lalu Rp6,08 miliar.
Beban umum dan administrasi Rp13,5 miliar, naik dari Rp12,97 miliar. Rugi selisih kurs Rp117,13 miliar, bengkak dari Rp56,36 juta. Penghasilan lain-lain Rp726,34 juta, berbalik dari rugi Rp3,28 miliar. Rugi usaha Rp156,6 miliar, bengkak dari Rp22,4 miliar. Beban keuangan Rp33,48 miliar, bengkak dari Rp10,09 miliar.
Ekuitas negatif Rp144,86 miliar, drop dari akhir tahun sebelumnya surplus Rp46,9 miliar. Defisit Rp317,92 miliar, bengkak dari Rp126,14 miliar. Jumlah liabilitas bengkak menjadi Rp2,09 triliun dari sebelumnya Rp1,95 triliun. Total aset Rp1,95 triliun, mengalami perosotan dari akhir tahun lalu Rp2 triliun.
Perkembangan Right Issue
CBRE menyampaikan perkembangan terkini right issue sebagai bagian dari langkah strategis dalam mendukung kebutuhan pendanaan, dan pengembangan usaha. CBRE menegaskan saat ini proses right issue tetap berjalan. CBRE secara berkelanjutan melaksanakan proses penyampaian dokumen, dan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.
Saat ini, perseroan sedang dalam proses pemenuhan, penyempurnaan atas sejumlah persyaratan, dan dokumen yang diminta OJK sebagai bagian dari tahapan evaluasi dan proses pernyataan pendaftaran right issue. Manajemen berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan OJK secara cermat, transparan, dan sesuai ketentuan berlaku, guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan right issue berjalan dengan baik, dan memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).
Perseroan juga menegaskan setiap perkembangan material terkait proses right issue, termasuk tahapan berikutnya setelah pemenuhan persyaratan dan proses evaluasi oleh OJK, akan disampaikan kepada pemegang saham, investor, dan publik melalui keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.
CBRE mengimbau para pemegang saham dan investor senantiasa mengacu pada informasi resmi melalui kanal keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dan OJK. Sekadar diketahui, CBRE bakal menggeber right issue Rp1,27 triliun. Itu dengan melepas 11,79 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108. Pengeluaran saham setara 72,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh nominal Rp25.
Penerbitan saham baru itu, disodorkan kepada investor dengan rasio 100:260. Artinya, setiap pemegang 100 saham lama dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham pada 4 November 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 260 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Setiap 1 HMETD berhak menebus 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108. (*)
Related News
Dibuang MSCI, Laba Emiten Semen ini Tumbuh 363 Persen
Aset Jumbo, Pendapatan INET Melangit Ribuan Persen
Ekuitas Meledak, Laba DOOH Melambung 954,95 Persen
Aset Tebal, Kuartal III SSMS Tuai Laba Jumbo
Dua Segmen Usaha CPIN Dongkrak Laba Naik 53,8 Persen, Ini Rinciannya
Emiten Bali United (BOLA) Cetak Rugi Meski Pendapatan Naik 19% di Q326





