Ikuti Jejak Bursa Asia, IHSG Susuri Zona Hijau
Para pelaku pasar tengah serius mengamati pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 20 Desember 2024 naik tipis 0,09 persen menjadi 6.983. Penguatan tipis IHSG dipimpin saham-saham sektor energi 0,61 persen, dan teknologi 0,33 persen. Asing membukukan net sell Rp828,33 miliar pasar reguler.
Saham paling banyak dilepas investor asing seperti BREN, CUAN, EXCL, PANI, dan AMMN. Katalis positif IHSG datang dari pembelian selektif pada saham-saham tidak terpengaruh pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat (USD) di tengah keputusan Bank Sentral China mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 3,10 persen.
Secara teknikal, meski candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top namun indikator stochastic mengindikasikan akan golden cross pada area deep oversold. Itu mengartikan IHSG berpeluang besar mengalami kenaikan (reversal).
Sepanjang perdagangan Senin, 23 Desember 2024, Reliance Sekuritas meramal IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support level 6.915, dan resistance level 7.050. Sejumlah saham laik koleksi yaitu Japfa Comfeed (JPFA), Panin Financial (PNLF), MAP Aktif (MAPA), dan Pantai Indah Kapuk (PANI).
Pagi ini, bursa Asia mayoritas mengorbit zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 0,63 persen, dan indeks Kospi dmenanjak 0,72 persen. Sementara itu, mayoritas indeks utama Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Sentimen positif datang dari rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE price index) edisi November 2024 naik menjadi 2,4 persen.
Hasil itu, lebih baik dari konsensus pasar 2,5 persen. Lalu, pernyataan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee kalau data positif PCE price index tersebut mengartikan suku bunga acuan masih dapat turun tahun depan meski bank sentral bersikap hati-hati. (*)
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





